Tentu saja sangat penting! , karena hal pertama yang diajarkan Tuhan kepada Adam adalah nama-nama dari setiap benda.
apa yang sebenarnya belum kita ketahui dan masih menjadi misteri adalah segala sesuatu yang masih belum memiliki nama..
bahkan mulai dari yang terdekat yakni sel-sel ditubuh kita sendiri sampai ribuan bintang dilangit yang jauhnya bermil-mil juga berusaha kita beri nama.
entah apakah dengan menamakan sesuatu berarti kita menjadi familiar dan merasa obyek itu ada dijangkauan kita dan dengan demikian bisa lebih merasa nyaman dengannya.( karena pada umumnya ketakutan pada manusia bersumber dari apa yang belum mereka ketahui)
apa yang sebenarnya belum kita ketahui dan masih menjadi misteri adalah segala sesuatu yang masih belum memiliki nama..
bahkan mulai dari yang terdekat yakni sel-sel ditubuh kita sendiri sampai ribuan bintang dilangit yang jauhnya bermil-mil juga berusaha kita beri nama.
entah apakah dengan menamakan sesuatu berarti kita menjadi familiar dan merasa obyek itu ada dijangkauan kita dan dengan demikian bisa lebih merasa nyaman dengannya.( karena pada umumnya ketakutan pada manusia bersumber dari apa yang belum mereka ketahui)
Kembali berbicara soal nama...
Entah kenapa ingatanku melayang disuatu siang pada saat jam kosong ketika aku masih berada di bangku SLTP, saat itu Pak Sukri guru agama yang kebetulan mendapat jatah menjadi guru piket memutuskan untuk mengisi kekosongan waktu dengan bercerita...
dan yang topik yang saat itu beliau ceritakan adalah tentang "nama"... beliau menceritakan pentingnya sebuah nama dan tentunya menurut sudut pandang beliau sebagai guru agama. Menurut beliau sebuah nama memiliki peranan penting dalam perkembangan karakter seseorang...
Saat itu beliau menyayangkan kebiasaan dari sebagian dari masyarakat jawa... yang takut memberikan nama yang bagus untuk anak mereka, alasannya adalah :
mereka takut anaknya bakal "keberatan nama" , atau tidak kuat dengan nama yang disandangnya, sehingga akibatnya anak mereka bakal sakit-sakitan ataupun ketiban sial...
Entah kenapa ingatanku melayang disuatu siang pada saat jam kosong ketika aku masih berada di bangku SLTP, saat itu Pak Sukri guru agama yang kebetulan mendapat jatah menjadi guru piket memutuskan untuk mengisi kekosongan waktu dengan bercerita...
dan yang topik yang saat itu beliau ceritakan adalah tentang "nama"... beliau menceritakan pentingnya sebuah nama dan tentunya menurut sudut pandang beliau sebagai guru agama. Menurut beliau sebuah nama memiliki peranan penting dalam perkembangan karakter seseorang...
Saat itu beliau menyayangkan kebiasaan dari sebagian dari masyarakat jawa... yang takut memberikan nama yang bagus untuk anak mereka, alasannya adalah :
mereka takut anaknya bakal "keberatan nama" , atau tidak kuat dengan nama yang disandangnya, sehingga akibatnya anak mereka bakal sakit-sakitan ataupun ketiban sial...
dan solusinya adalah dengan...
ganti nama
biasanya dengan nama yang lebih simple, setelah itu selametan dengan jenang abang ( bubur merah).
biasanya dalam pergantian nama supaya tidak terlalu mencolok dengan nama sebelumnya nama panggilan masih dipertahankan, menurut pak Sukri hal ini pernah terjadi pada tetangganya ,yang bernama citra, panggilannya cici. dan akhirnya setelah berkonsultasi dengan orang pinter namanya diubah menjadi ....cikrak (atau dalam bahasa indonesianya pengki...) entah kesambet jin apa dukunnya pada saat itu :D....ya boleh percaya boleh tidak, tapi itulah cerita yang dituturkan pak Sukri waktu itu...
Kala itu aku sempat bertanya pada nenekku, kata beliau itu memang benar-benar terjadi, katanya itu karena manusia tidak boleh menyaingi Gusti/ sang pangeran (sebutan untuk Tuhan) , dan orang jawa jaman dahulu berpendapat bahwa...
nama yang terlalu bagus akan menimbulkan
kesombongan bagi yang punya nama,
Hal inilah yang membuat sang Gusti murka.(mengingatkan aku pada banyak cerita mythology yunani dimana dewa dewinya yang menimpakan bencana bagi makhluk mortal bernama manusia yang sombong..)dan inilah yang menyebabkan nama-nama yang dimiliki oleh orang jawa biasanya adalah nama-nama yang simple. (dan kadang selalu berakhiran dengan o) mungkin karena ini kita sering dianggap sebagai bangsa yang minder...
Bahkan ada fakta yang menarik, kadang sebagian orang jawa memiliki "nama kecil" , yakni nama yang diberikan orang tua mereka. dan nama ini boleh diubah khusunya apabila mereka dianggap sudah dewasa ataupun dianggap sudah jadi orang sukses... seperti nenekku yang kala itu lahir pada satu suro ( unknown year ) diberi nama kecil "surah", ketika menginjak remaja namanya diubah menjadi "supiah"... dan ini terinfluence dari nama nama belanda saat itu, mungkin maksudnya sophia, atau sophie... atau contoh lain yakni sepupu nenekku yang kakeknya yang katanya orang belanda memiliki nama nengsi , atau versi belandanya nancy....ya lidah orang jawa beda sama lidah belanda :D
Dan fakta menarik tentang nama-nama di Indonesia , biasanya kita tidak memiliki family name atau nama belakang, walaupun sebagian seperti orang batak atau menado memiliki nama marga.. hal ini yang bikin saya tertawa sendiri bila mengisi form / form yang ada baik itu di sebuah website ataupun sekedar mengisi data administrasi, karena form untuk nama selalu disediakan dalam dua atau tiga bagian
firsname: [ ] middlename:[ ] lastname:[ ]
nggak masalah kalau websitenya website luar , tapi kadang website lokal juga seperti ini..padahal kita sama-sama tahu orang indonesia banyak yang tidak menggunakan nama belakang sebagai nama keluarga.
dulu sekali, saya sempat bertanya pada ayah saya yang seorang guru bahasa inggris mengapa kita nggak menggunakan cara seperti "orang-barat",
ayah saya berkata.. bahwa sebenarnya sebagian orang indonesia yang muslim khususnya nama keluarga ada pada "bin atau binti" jadi kadang kalau
dirunut sebuah nama bisa sangat panjang dan bisa dibuat family tree atau daftar silsilah dari itu.
dan ketika saya bertanya pada ayah saya apa arti nama saya.. dia berkata bahwa arti nama saya adalah gadis teratai yang lahir di bulan desember....so sweet :)

4 comments:
kalo tongki artinya apa
*ngesot*
tongki {
artinya : "minta pijet";
}
wah..wah..scientist..sekarang ahli ramal nama.. mau ganti profesi bu..jadi Mama Desy (a.k.a Mama Lauren)..hehehe
"dewa_firgo@yahoo.co.id"
wah mboten wani kulo pak ,
"pakar ramaltika" biar jadi trademark nya mama lauren saja...
piye kabar keluarga pak? anak panjenengan umur pinten?
Post a Comment